Langsung ke konten utama

LELUCON

Yeeee Ini adalah tulisan pertamaku untuk blogg yang sebenarnya udah lama mau bikin namun terhalang oleh tingkat kemalasanku haha.
Okey aku akan berbagi sesuatu yang pernah aku rasakan dan mungkin pernah kalian rasakan dan mungkin berujung pada hal yang sama.
Pernah kalian di remehkan atau disakiti seseorang? Pasti pernah, pernah tak dihargai atau hanya dijadikan lelucon baginya ?itu sering haha, kenapa aku bisa begini dari yang awalnya aku sangat kecewa dan sangat sakit hati hingga aku gila jika mengingatnya wkwk, karna aku melewati 3 hal yang pernah aku rasain yaitu mengalami hal semacam patah hati ataupun cacian dari orang yang mungkin sangat membuat kita merasa dititik paling rendah dan saat itu kita pasti akan melewati 3 fase tersebut yaitu fase pertama, dimana kita merasa sedih ,kecewa,marah tertuang pada satu rasa yang membuat kita seakan" bertanya tanya why me ! Why?!
Dan fase kedua dimana kita berusaha berdamai dengan diri sendiri ,berusaha mengikhlaskan semua dan berusaha menjawab pertanyaan apa yang dulu pernah kita tanyakan pada saat kita di fase pertama dan akhirnya kita menemukan jawaban itu dan membuat kita menjadi mulai biasa saja dan fase ketiga, dimana kita mulai mentertawakan hal tersebut kita berusa melupakan semua fase-fase yang kita lewati dan bisa bangkit dengan cara mentertawakan apa yang dulu membuat kita sedih,kecewa dan marah karna kita berdamai dengan hati dan pikiran kita yang mulai bereaksi biasa saja jika kejadian tersebut tiba-tiba melintas di pikiran kita dan hal dikatakan kita lulus dari fase-fase itu jika kita di tahap sudah merasa biasa saja!
Disaat aku mengalami hal yang mungkin menyesakkan dada aku berusaha menerapkan hal tersebut. Pada saat itu aku merasa sedih iya kecewa bukan lagi ! Pasti kecewa! Dan ku habiskan air mata dan rasa kecewa itu saat itu juga , jika perlu nangis sejadi jadinya sampai kamu merasa puas kamu lega dan satu hal yang harus kalian inget menangis sepuasmu tapi setelah itu jangan pernah lagi kamu tangisi hal itu lagi,dan aku juga mulai berfikir apa yang akan aku lakukan apakah akan selesai hanya dengan menangis? Tidak! Aku pun mulai memikirkan apa yang membuat aku bisa merasa ikhlas dengan apa yang ku alami dan bagaimana aku bersikap dan disaat itu aku berfikir untuk mulai berdamai dengan hati dan keadaan jika kita mulai berdamai kita akan merasa lebih baik menyudahi segalanya dan mengikhlaskan dan tak akan berfikir untuk menangis dan menyesali sesuatu yang terjadi,dan sampailah aku di tahap mentertawakan setiap hal yang menyinggung apapun itu yang dulu pernah aku tangisi dan pernah membuatku kecewa hingga membuatku menjadi gundah gulana aku pun mulai mentertawakan hal itu dan berbagi cerita dengan orang yang aku anggap sahabat dan kami mulai mentertawakannya bersama karna hal yang menyedihkan akan menjadi hal paling lucu jika kita mulai berdamai dengan hati dan keadaan. Dan satu untuk sampai pada fase mentertawakan itu bukanlah suatu fase atau tahapan yang mudah bagi setiap orang. Karena seorang harus berdamai dengan hatinya sendiri maka hargailah jangan merusak apa yang telah ia usahakan hingga akhirnya membuat dia mampu mentertawakan itu menjadikannya gundah dan kembali ke fase atau titik terendahnya yaitu sedih.

Komentar

  1. "Karena seorang harus berdamai dengan hatinya sendiri..."
    semangat untuk kita yang sedang bermusuhan dengan hati yang masih panas-panasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dingin kan hati dengan secangkir es teh dan mari duduk bersama menyelesaikannya wk

      Hapus
  2. aku tunggu ya tulisan berikutnya:)

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Namanya juga tulisan pasti juga dari pengalaman:D

      Hapus

Posting Komentar